NAMA ALLAH

Greg Deuble

Setiap pribadi memiliki nama. Setiap individu apakah laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak kecil memiliki nama. Nama pribadi saya adalah Gregory. Kebetulan Gregory berarti ‘berjaga-jaga’. Saya tidak keberatan jika anda memanggil saya Greg… sebenarnya, satu-satunya orang yang pernah memanggil saya Gregory adalah ibuku dan saya kemudian sadar bahwa saya dalam masalah karena itu selalu diucapkan dengan nada yang tegas dan berakhir dengan tanda seru! Nama anda mewakili anda, pribadi yang nyata, ‘diri’ anda. Saya mengenal banyak orang yang menjadi sangat kesal ketika nama pribadi mereka dilupakan, diubah atau disalahejakan, dll.    Baca lebih lanjut

Iklan

YESUS: SANG ALLAH-MANUSIA?

Greg Deuble

Mayoritas orang yang menyatakan diri sebagai Kristen — apakah Katolik Romawi, Ortodoks Timur, atau Protestan — mengaku bahwa Yesus “sepenuhnya Allah” dan pada waktu yang berjesus-as-man-and-godsamaan “sepenuhnya manusia”. Artinya, Yesus 100% Allah dan 100% manusia secara serempak. Jadi, kedua sifat ini — Anak Allah yang Ilahi dan Anak Manusia yang lahir oleh manusia — dinyatakan tanpa bukti sebagai perpaduan yang sempurna di dalam seorang pribadi Yesus Kristus. Istilah teknis dan teologis bagi perpaduan sempurna antara dua sifat ini adalah “perpaduan hipostatis” (hypostatic union). Baca lebih lanjut

Bapa, Satu-satunya Allah yang Benar

[Ekstraksi dari THE ONLY PERFECT MAN oleh Eric Chang]

Satu-satunya Allah yang benar di Yohanes 17:3 adalah Bapa, bukan Yesus Kristus

Saya heran atas fakta ini, tetapi juga disedihkan olehnya, bahwa sebagai seorang trinitarian saya tidak dapat melihat makna yang begitu jelas dari perkataan Yesus. Kata “terpesona” yang dipakai Paulus di Galatia 3:1 barangkali tidak terlalu kuat untuk menggambarkan kebutaan rohani yang meliputi trinitarianisme. Untuk melihat apa yang saya maksudkan, mari kita pertimbangkan perkataan Yesus di Yohanes 17:3: Baca lebih lanjut

Distorsi Trinitarian atas Kata “echad” (satu)

Eric H.H. Chang

(Dikutip dari buku The Only Perfect Man)

Kata Ibrani untuk “dengar” ialah shema. Karena itu, kata Shema dipakai umat Yahudi sebagai nama kepada proklamasi sakral di Ulangan 6:4: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” [1]  Ini sebenarnya sebuah terjemahan yang salah karena ia mengaburkan fakta bahwa “TUHAN” dalam naskah Ibrani asli adalah “Yahweh”. Ayat ini secara harfiah menyatakan, “Dengarlah, hai orang Israel: Yahweh itu Allah kita, Yahweh itu esa!” New Jerusalem Bible memberikan terjemahan yang sangat baik: “Listen, Israel: Yahweh our God is the one, the only Yahweh”. Baca lebih lanjut

DISELAMATKAN OLEH IMAN

Oleh Eric Chang

Kita sering mendengar pernyataan bahwa kita tidak dapat diselamatkan jika Yesus bukan Allah. Saya dulunya juga menyebarkan kesalahan ini ketika saya beralasan (dengan memakai penalaran matematika yang cacat) bahwa karena Yesus itu tak terbatas sebagai Allah, maka sejumlah orang dapat dimasukkan di bawah tanda infiniti itu. Jika ada tujuh miliar orang di dunia saat ini, itu tidak masalah karena infiniti dapat mencakupi setiap orang. Anda dapat juga menambahkan beberapa miliar lagi untuk memasukkan setiap orang dari masa lalu. Kita dapat menambahkan angka nol dari satu hujung dunia ke hujung yang lain, dan masih tidak mendekati infiniti. Jadi banyak orang dapat diselamatkan oleh Yesus yang tak terbatas. Saya telah melihat bagaimana banyak orang menelan mentah-mentah argumentasi ini, tetapi saya tidak menyebarluaskan ini dengan niat untuk menipu orang. Saya benar-benar berpikir itulah kenyataannya. Baca lebih lanjut

AVINU MALKENU (Bapa Kami, Raja Kami)

Daniel Seidenberg

(Artikel dari Komunitas Yahudi Mesianik Switzerland – Agustus 2009)

Shemah Israel : YAHWEH Eloheinu, YAHWEH Echad. (Ul.6:4)

Dengarlah, hai orang Israel: YAHWEH itu Allah kita, YAHWEH itu esa!

Kata-kata ini merupakan bagian yang sangat penting dari peringatan terakhir yang diberikan oleh Moshe (Musa) kepada bangsa Israel di waktu usia tuanya. Bahkan orang-orang Yahudi sekuler, yang biasanya tidak peduli akan hal-hal mengenai iman, setidak-tidaknya mengenal kalimat dari Yudaisme ini. Sepanjang milenia, kata-kata ini sudah menjadi pengakuan iman orang Yahudi yang paling penting. Mereka menyanyikannya ketika menuju kayusula, yang didirikan atas nama Allah tritunggal, dan ketika berada di kamar gas. Pernyataan kepercayaan ini bertindak sebagai pemisahan yang jelas dari bentuk Kekristenan yang telah menyembah suatu Allah yang memiliki tiga pribadi. Jadi, YAHWEH adalah Allah Israel yang esa, tetapi Allah tritunggal adalah Allah orang Kristen. Baca lebih lanjut

YESUS SEBELUM YOHANES PEMBAPTIS

Yohanes Pembaptis menyatakan tentang Yesus bahwa “he was before me” di Yohanes 1:15, 30. Itulah terjemahan harfiah bagi protos ego eimi, dibandingkan dengan terjemahan intepretif “he existed before me”. Banyak pembaca yang lalu menyimpulkan dari kalimat tersebut bahwa Yesus hidup di surga sebelum dia lahir.

John bore witness about him, and cried out, “This was he of whom I said, ‘He who comes after me ranks before me, because he was before me.’” (ESV) Baca lebih lanjut