SEBUAH KUNCI MASTER UNTUK MEMBUKA ALKITAB

Oleh Greg Deuble dari Australia (http://www.thebiblejesus.org/home.html)

Lalu Yesus berseru, “Siapa saja yang percaya kepadaku, ia bukan percaya kepadaku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus aku” (Yohanes 12:44)

Perhatikan bahwa Yesus “berseru” atau “berteriak keras”, “Siapa saja yang percaya kepadaku, ia bukan percaya kepadaku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus aku.” Fakta bahwa ia menyerukan kata-kata tersebut dengan suara keras hampir seminggu sebelum penyalibannya, tentu saja menunjukkan bahwa hal ini penting dan sebaiknya kita mendengarkan!

Sebelum melanjutkan untuk membuka kata-kata yang mendalam dari Yesus ini, saya akan menebak bahwa ayat ini bukan salah satu ayat memori favorit Anda! Besar kemungkinan Anda belum pernah merenungkan ayat ini! Mungkin jika Anda jujur, Anda bahkan tidak sadar ayat ini ada di dalam Alkitab, apatah lagi dari bibir Yesus sendiri. Namun saya akan membuktikan kepada Anda bahwa ayat ini merupakan kunci master untuk membuka pemahaman kita akan Yesus, relasinya dengan Allah, dan signifikansi dari seluruh pribadi dan karyanya bagi kita. Sebuah pernyataan yang besar tentunya! Jadi mari kita menyelidikinya.

Yesus “menyerukan” kata-kata ini setelah bangsa itu, melalui para pemimpin religius dan politik mereka, menolak klaimnya sebagai Mesias mereka. Mereka bukan saja telah menyaksikan kredensial penyembuhan dan pengajarannya menggenapi segala yang telah diumumkan oleh para nabi, tetapi di dalam konteks langsung, mereka telah menyaksikan Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian. Penulis Injil Yohanes memberitahu kita bahwa bahkan musuh-musuh Kristus mengakui bahwa Yesus telah “membuat banyak mukjizat” (11:47). Yohanes sendiri mengatakan bahwa kebangkitan Lazarus merupakan sebuah “tanda mukjizat” (12:18). Sebuah tanda adalah sebuah mukjizat pembuktian. Mukjizat-mukjizat Yesus yang ajaib merupakan bukti bahwa Allah telah mengutus dia. Jadi, dengan menolak Yesus, mereka telah berdosa terhadap terang dan mematikan hati nurani mereka sendiri.

Dalam konteks ini Yesus “berteriak keras”. Ia ingin mereka mendengar bahwa ia benar-benar telah “diutus” oleh Allah mereka. Dengan kata lain, Yesus sedang membuat klaim menakjubkan bahwa ia adalah duta besar bone fide dari Allah Israel yang Esa itu. Pekerjaan dan perkataannya telah dilakukan karena ia telah “ditugaskan”, dan karena itu adalah wakil atau agen Allah yang sejati.

The Principle of Agency di dalam Alkitab.

Karena kita berasal dari budaya dan generasi yang sangat berbeda dan jauh dari Yesus, sangat mudah untuk kita melewatkan dampak dari teriakan Yesus ini. Sebenarnya, sangat sedikit pembaca Kitab Suci yang mengetahui signifikansi dari prinsip keagenan (The Principle of Agency) yang dipakai Yesus di sini. Oleh karena itu, untuk memahami klaim Yesus, kita terlebih dulu harus memahami budaya dan mindset audiens Yesus yang asli.

Dinyatakan secara sederhana , dalam pemikiran Ibrani dan Timur Tengah purba, orang yang “diutus” (agen) diperlakukan seolah-olah dia adalah sang prinsipal (pengutus/komisaris) itu sendiri. Walaupun sang prinsipal dan agennya merupakan dua pribadi berbeda, mereka diperlakukan sebagai ‘satu’, tidak secara harfiah tentunya, tetapi secara fungsional. Hal ini dinyatakan secara akurat dalam The Encyclopedia of the Jewish Religion,

Agen (Ibr. Shaliah): Poin utama dari hukum keagenan Yahudi diungkapkan oleh ungkapan, ‘agen seseorang dianggap sebagai orang itu sendiri’ [Ned. 72B; Kidd, 41b]. Oleh karena itu setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang agen yang ditunjuk dianggap telah dilakukan oleh sang prinsipal sendiri, yang oleh karena itu memikul tanggung jawab penuh atas tindakan itu…” (1)

Jangan lewatkan fakta penting ini: “Agen seseorang dianggap sebagai orang itu sendiri.” Lagi pula,

“Dalam pemikiran Ibrani kepribadian seorang patriark diperpanjang ke seisi rumahnya [dan] …  ketika seorang patriark sebagai kepala rumah tangga mewakilkan hamba yang dipercayanya sebagai malak-nya (utusan atau malaikatnya) orang itu diberkahi dengan kewenangan dan sumber daya dari tuannya untuk mewakilinya sepenuhnya dan melakukan transaksi busines atas namanya. Dalam pemikiran Semit utusan-wakil ini dipandang sebagai sang pengutus itu sendiri yang hadir secara pribadi dan dalam perkataan. (2)

Jadi, ketika agen itu bertindak atas nama orang yang mengutusnya, itu seolah-olah sang principal atau tuan itu sendiri berada di situ secara pribadi berbicara dan bertindak. Memahami prinsip ini akan membantu kita menghindar apa yang tampak bertentangan dalam Kitab Suci. Saya akan menunjukkan kepada Anda satu atau dua contoh bagaimana memahami “hukum keagenan” ini akan menjauhkan kita dari kesalahan dan membuka pemahaman yang baru terhadap Yesus — sebagai agen — dan hubungannya dengan Allah Bapanya — sebagai Prinsipal.

Perwira dan tua-tua Yahudi mengilustrasikan keagenan manusia.

Dalam pengisahan Matius tentang penyembuhan hamba seorang perwira, perwira itu sendiri yang datang kepada Yesus dan memohon atas nama hambanya yang sedang sakit…

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan dia dan memohon kepadanya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepadanya, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi! maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Kemari! maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini! maka ia mengerjakannya.”(Mat.8:5-9)

Pembaca modern sangat yakin bahwa perwira itu sendiri yang membuat permohonan ini sambil berdiri di hadapan Yesus. Perwira itu “datang” kepada Yesus dan berbicara dengan kata ganti orang pertama, “hambaku… rumahku… aku juga… aku sendiri… aku berkata…” Yesus juga berbicara secara langsung kepada perwira itu dan “berkata kepadanya”.

Namun ketika kita membuka pengisahan paralel di Lukas dari cerita yang sama, sebuah masalah timbul kepada pembaca modern…

Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepadanya untuk meminta, supaya ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongannya, katanya, “Ia layak engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang membangun rumah ibadat untuk kami.” Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepadanya, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadamu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Lukas 7:1-7)

Tanpa pengetahuan tentang prinsip keagenan Yahudi ini — bahwa yang diutus adalah seperti sang pengutus itu sendiri — para pembaca modern berpikir ia telah menemukan sebuah kontradiksi. Karena dalam pengisahan Lukas, perwira itu tidak secara harfiah berdiri di hadapan Yesus memohon penyembuhan bagi hambanya. Sebaliknya, “ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi” untuk menyampaikan permohonan itu. “Mereka” yang membawa permohonan perwira itu. Lalu Yesus “pergi bersama-sama dengan mereka” ke rumah perwira itu. Ketika tidak jauh dari rumah, perwira itu dari dalam rumahnya menyuruh sahabat-sahabatnya keluar untuk memberitahu Yesus, “aku menganggap diriku tidak layak untuk datang kepadamu…”

Cara yang Alkitabiah untuk mendamaikan dua pengisahan yang tampak bertentangan ini adalah dengan mengetahui bahwa perwira itu (prinsipal) mengutus (menugaskan) beberapa tua-tua Yahudi tertentu untuk bertindak atas namanya sebagai agen. Tidak ada kerancuan dalam pikiran Matius atau Lukas, karena di dalam Alkitab yang diutus “dianggap sebagai pengutus itu sendiri”. Prinsipal dan agen tidak selalunya dibedakan dengan jelas, dan dapat diperlakukan seolah-oleh mereka adalah satu dan pribadi yang sama! Pengisahan Matius hanya menyebut sang prinsipal (perwira) tanpa membedakan agen-agennya (tua-tua Yahudi dan sahabat-sahabatnya). Lukas menyebutkan keduanya sang prinsipal dan agen-agennya secara terpisah. Mendengarkan tua-tua Yahudi adalah mendengarkan perwira itu sendiri. Sesungguhnya, para agen bahkan berbicara dengan kata ganti orang pertama! (Bukankah semua ini mulai membuka Yohanes 12:44 di mana Yesus berkata, “Siapa saja yang percaya kepadaku, ia bukan percaya kepadaku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus aku”?) (3.)

Tongkat Musa mengilustrasikan keagenan ilahi dan manusia.

“Prinsip keagenan” ini tersebut tersebar di seluruh Alkitab. Mari kita mengambil satu contoh dari PL.

Berfirmanlah Yahweh kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (Ibr. Elohim) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu” (Kel.7:1). Ketika Musa berdiri di hadapan Firaun, itu seperti Allah Sendiri yang berdiri di situ berbicara dan bertindak. Sebagai agen, Musa diutus untuk berbicara dan bertindak, seolah-olah ia adalah Allah Sendiri. Seorang agen dianggap sebagai sang prinsipal!

Kemudian dalam pasal yang sama ini, Allah berkata kepada Musa, “Dari hal yang berikut akan kauketahui, bahwa Akulah Yahweh. Lihat, dengan tongkat yang di tangan-Ku ini akan Kupukul air yang di sungai Nil dan air itu akan berubah menjadi darah” (ay.17).

Berikutnya, Allah memerintahkan Musa untuk memberitahu Harun, “Ambillah tongkatmu, ulurkanlah tanganmu ke atas segala air orang Mesir… supaya semuanya menjadi darah” (ay.19). Sebagai agen Allah, Harun atas perintah Musa mengulurkan tongkat di tangannya di hadapan Firaun ke atas air, tetapi Allah mengatakan bahwa Dialah yang memukul air dengan tongkat yang ada “di tangan-Ku”. Tangan Harun adalah Tangan Allah! Tindakan Harun adalah tindakan Allah. Musa dan Harun berdiri di hadapan Firaun tepatnya di tempat Allah Sendiri. Dalam pikiran Ibrani mereka berdua adalah Allah di Mesir! Apa yang mereka lakukan adalah apa yang dilakukan Allah Sendiri. Akan tetapi dalam pikiran Yahudi tidak ada kerancuan tentang identitas yang sebenarnya dari siapa Sang Prinsipal dan siapa agen-Nya.

Keagenan Malaikat.

“Prinsip keagenan” Yahudi ini juga berlaku ketika Allah menugaskan malaikat-malaikat-Nya. Para malaikat dapat dibicarakan seolah-olah mereka adalah Allah dan bahkan dapat berbicara dengan kata ganti orang pertama seolah-olah mereka sendiri adalah Allah di hadapan orang yang mendengarkan mereka.

Sebuah contoh klasik adalah semak yang menyala (yang tidak terbakar!) di Keluaran 3. Siapakah yang menampakkan dirinya kepada Musa dari semak dan berbicara kepadanya dalam kata ganti orang pertama, “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub” (Kel.3:6)? Mayoritas dari penafsir Alkitab Injili menjawab, “Tentu saja Allah Yehovah.” Bahkan setelah mencatat bahwa ayat 2 secara spesifik menyatakan, “malaikat Yahweh menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri” mereka terburu-buru membuat kesimpulan bahwa malaikat Yahweh ini pasti pribadi Allah sendiri, atau bahkan Anak Allah yang praeksis, karena ia berbicara dengan kata ganti orang pertama seolah-olah dia adalah Allah.

Ini merupakan satu contoh jelas dari kegagalan untuk menghayati pemikiran Yahudi tentang “prinsip keagenan”. Yang sedang terjadi adalah malaikat di semak itu telah diutus oleh Allah untuk mewakili diri-Nya. Ingat bahwa agen dianggap sebagai sang prinsipal itu sendiri, jadi malaikat itu adalah seperti Allah Sendiri di hadapan Musa.

Ketika kita membaca komentar Stefanus tentang peristiwa semak yang menyala, semua perselisihan atas hal ini harus berakhir. Stefanus adalah seorang yang “penuh dengan Roh Kudus”, “penuh hikmat”, dan “penuh iman” (Kis.6:3,5). Jadi saya tidak ingin berselisih dengan orang ini! Dengarkanlah penjelasan Stefanus,

Sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun Gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Musa heran tentang penglihatan itu, dan ketika ia pergi ke situ untuk melihatnya dari dekat, datanglah suara Tuhan kepadanya: Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Musa pun gemetar dan tidak berani lagi melihatnya. Lalu firman Tuhan kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri adalah tanah yang kudus. Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku telah mendengar keluh kesah mereka, dan Aku telah turun untuk melepaskan mereka; sekarang marilah, engkau akan Kuutus ke tanah Mesir. Musa yang telah mereka tolak dengan mengatakan, ‘Siapa yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim?’  —  dialah juga yang telah diutus oleh Allah sebagai pemimpin dan pembebas oleh malaikat yang telah menampakkan diri kepadanya di semak duri itu. (Kisah 7:30-35)

Siapakah yang tampak di semak duri yang menyala? Siapakah yang berbicara dalam kata ganti orang pertama seolah-olah dia adalah Allah? Siapakah yang berkata, “Akulah Allah” jadi “tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri adalah tanah yang kudus”?

Stefanus adalah seorang Kristen yang berpikiran Yahudi, yang dibesarkan dalam budaya itu dan dalam Kitab Suci, dan ia yakin bahwa malaikat itu adalah seperti sang Pengutus Allah Sendiri. Dalam pemikiran Yahudi, memberi hormat kepada malaikat yang ditugaskan oleh Allah adalah memberi hormat kepada Allah. Malaikat  yang diutus itu berbicara dalam kata ganti orang pertama seolah-olah ia benar-benar adalah Allah di hadapan Musa!

Sebagai agen dari Dia yang mengutusnya kepada Musa, malaikat Tuhan itu diidentifikasikan dengan Prinsipalnya sehingga kita mengalami kesulitan untuk membedakannya dari Allah!

Kita dapat menunjukkan bahwa hal ini berlaku untuk setiap kunjungan malaikat di Perjanjian Lama. (Bahkan pada kesempatan ketika Abraham makan siang dengan Allah di Kejadian 18 cocok dengan pola ini. Anda dapat membaca penjelasan saya atas peristiwa yang luar biasa ini di artikel saya yang berjudul, “Anyone Round here Seen God?”) Kita tahu bahwa hal ini benar karena Alkitab mengatakan dengan tegas, “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah” (Yoh.1:18, 1Yoh.4:12, 1Tim.6:16). Akan tetapi manusia pernah melihat malaikat-Nya, agen-agen-Nya yang bertindak dan berbicara seolah-olah mereka adalah Allah Sendiri. Inilah “prinsip keagenan”, di mana seorang agen adalah seperti prinsipal itu sendiri. (4)

 Yesus sang Mesias adalah Agen Allah yang Tertinggi!

Sekarang kita mulai memahami Yohanes 12:44 dan klaim Yesus sebagai agen dari Allah Israel yang Esa.

Salah satu argumentasi gagasan popular bahwa Yesus adalah Allah Sendiri adalah teks-teks yang dikaitkan dengan Allah Mahakuasa di PL telah dikaitkan kepadanya di PB, jadi oleh karena itu Yesus pasti adalah Allah, bukan? Jika Allah sendiri adalah Penyelamat (Yes.43:11) dan Yesus adalah Penyelamat kita, maka Yesus pasti adalah Allah, bukan? Jika Allah adalah Gembala (Mzm.23; Yeh.34:11) dan Yesus adalah “Gembala yang baik”, maka Yesus pasti adalah Allah Israel, bukan? Jika setiap lutut akan bertekuk dan setiap lidah mengaku bahwa Yahweh adalah Allah, dan karena setiap lutut dan lidah akan berbuat demikian di hadapan Yesus, maka tentu saja Yesus adalah Allah Sendiri, bukan? Jika Allah adalah Hakim segenap bumi (Kej.18:25) dan setiap orang akan satu hari berdiri di hadapan Yesus sebagai Hakim (2Kor.5:10), maka tentu saja Yesus adalah Allah, bukan?

Dan bagaimana dengan semua ayat PL yang memberitahu kita bahwa Allah Sendiri akan datang pada “Hari itu” untuk memerintah atas seluruh bumi, tetapi ketika kita membaca PB, ayat-ayat tersebut sekarang diterapkan kepada Yesus pada Kedatangannya yang Kedua? Sebagai contoh, nabi Zakaria mengumumkan,

“Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat…” (14:4)

Tentu saja, jika “kaki-Nya” di Zakaria 14 adalah kaki TUHAN, maka Yesus pasti adalah Allah, bukan? Nah, sebelum kita melompat ke kesimpulan itu, bagaimana kalau kita membandingkan Kitab Suci dengan Kitab Suci dan menerapkan prinsip keagenan? Ingat bagaimana tangan Harun disebutkan sebagai Tangan TUHAN (Kel.7:17-19)? Kita perlu memahami bahwa dalam cara yang sama kaki Yesus dapat disebut sebagai kaki Allah, karena ia juga telah “diutus” sebagai agen ultimate dari Allah yang Esa. “Prinsip Keagenan” menyediakan sebuah jawaban yang sangat masuk akal dan memuaskan kepada persoalan ini.

Hal yang sama berlaku perihal Yesus yang disebut sebagai Penyelamat kita. Musa juga disebut sebagai ‘penyelamat’, dan Yosua adalah ‘penyelamat’ dan semua hakim Israel setiap satunya disebut ‘penyelamat’ (Kis.7:35; Hak.3:9,15; Neh.9:27, dll.). Ketika Allah mengutus seseorang untuk menyelamatkan umat-Nya, agen tersebut disebut ‘penyelamat’. Fakta bahwa Yesus disebut “Penyelamat” tidak membuktikan dia adalah Allah sama seperti Musa yang disebut ‘penyelamat’ tidak membuktikan dia adalah Allah.

Prinsip ini sangat jelas ketika Yesus disebut sebagai hakim dunia. Yesus dengan jelas mengklaim keagenan ketika dia mengatakan bahwa Bapanya Allah telah “memberikan” kepadanya seluruh wewenang untuk menghakimi. Paulus juga mengatakan bahwa Allah,

“telah menetapkan suatu hari ketika Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan [ditugaskan, diutus, sebagai agen]-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu jaminan tentang hal itu dengan membangkitkan dia dari antara orang mati” (Kisah 17:31).

Tentu saja hanya ada Satu Penyelamat ultimate dari semua manusia, Satu Hakim ultimate atas semua manusia, Satu Wewenang ultimate atas seluruh alam — Allah dan Bapa Yesus (Ef.4:6). Dan Yesus adalah agen-Nya yang sempurna yang akan menghakimi atas nama Satu Allah yang telah menentukannya untuk pekerjaan ini. Atau, dalam kata-kata yang diserukan Yesus,

“Siapa saja yang percaya kepadaku, ia bukan percaya kepadaku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus aku” (Yohanes 12:44)

 Raja Israel disebut ‘Allah’.

Mazmur 45 dianggap sebagai Mazmur Mesianik. Mazmur ini diberi judul “Nyanyian pada waktu pernikahan raja” (LAI), atau “Nyanyian Perayaan Pernikahan Raya” (ILT). Di dalam Mazmur ini, raja Israel disebut sebagai “Elohim” (“Allah”) di ayat 7 oleh penerjemah ILT.

“Takhta-Mu, ya Elohim, kekal selama-lamanya.”

Apakah raja Israel tiba-tiba menjadi Yang Mahakuasa karena dia disebut “Allah”? Sama sekali tidak, karena justru di ayat berikutnya raja ini yang disebut “Allah” memiliki satu Allah di atasnya yang disebut, “Allah, Allahmu” (ay.8). Terjemahan Inggris NAB menangkap jalur pikiran ini dengan tepat dengan menerjemahkan gelar raja ‘God’ dengan ‘g’ kecil,

“Thy throne O god, is forever and ever.”

“Takhtamu, ya allah, kekal selama-lamanya.”

Di sini kita lihat satu “allah” yang memiliki satu Allah di atasnya! Demikian Allah semesta langit memberikan kepada raja Israel gelar “allah” dan dia diberikan “tongkat kebenaran” untuk memerintah kerajaan itu (ay.7).

Dengan demikian, sebagai agen Allah, raja Israel mewakili Allah dalam pemerintahannya di hadapan umat. Seorang agen adalah seperti principal itu sendiri.

Menurut Perjanjian Baru mazmur ini digenapi di dalam pribadi dan pelayanan Yesus (Ibrani 1:8-9). Sebagai Anak yang telah dimuliakan, Yesus berfungsi sebagai Allah kepada umatnya, tetapi tanpa melupakan bahwa ia memiliki satu Allah di atasnya. Allah telah memberikan “allah” tugas untuk membangun langit yang baru dan bumi yang baru. Tidak seperti langit dan bumi yang lama yang dikutuk dosa, Kerajaan Anak ini kekal selama-lamanya (ay.10-12. Haleluyah!

Yesus tahu dia “diutus” untuk berdiri tepatnya di tempat di hadapan kita seolah-olah dia adalah Allah, tetapi tidak pernah mengklaim sebagai Satu Allah itu, dan tidak pernah membayangkan kalau para pengikutnya akan membingungkan identitasnya sebagai tidak lain dari agen Allah yang diurapi. Ya, Yesus adalah secara fungsional Allah bagi kita. Jadi, ketika dia berbicara, Allah berbicara kepada kita. Ketika ia bertindak, Allah bertindak bagi kita. Meskipun satu dalam misi Alkitab tidak pernah merancukan identitas pribadi mereka. Tidak seorang pun di masa-masa Alkitab untuk sejenak pun membayangkan kalau Yesus adalah Yahweh Allah sendiri. Tentu saja Yesus tidak pernah! Ingat. Ulangi: Seorang agen adalah seperti sang prinsipal sendiri.

Yohanes 10:30

Ini membawa kita pada kata-kata Yesus yang sering dikutip, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh.10:30). Saya sudah mendengar ayat ini dikutip puluhan kali sebagai teks-bukti “fire proof” bahwa Yesus adalah Allah. Nah, pegang dulu kudamu itu! Adakah orang yang berhenti untuk mempertimbangkan konteks dari pernyataan ini?

Subjek yang sedang dibahas adalah apakah Yesus benar-benar adalah Mesias yang diutus oleh Allah. Orang Yahudi berkata kepada Yesus, “Berapa lama lagi engkau membiarkan kami dalam kebimbangan? Jikalau engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami”(ay.24).  Yesus menjawab dengan mengklaim bahwa dia melakukan pekerjaannya atas Nama atau di bawah wewenang dari Bapa Allah, yaitu Dia yang mengutusnya.

Yesus selanjutnya menjelaskan bahwa semua domba yang percaya padanya tidak akan binasa karena mereka aman di dalam tangannya. Yesus menjelaskan alasan bagi keamanan mutlak mereka adalah karena Bapa “yang memberikan mereka kepadaku” itu “lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (ay.28-29) … jadi, dalam cara ini, “Aku dan Bapa adalah satu”.

‘Si Buta” pun dapat melihat bahwa konteksnya adalah mengenai “pekerjaan-pekerjaan” Yesus dalam misinya untuk melindungi umat Allah. Untuk membuat Yesus berbicara tentang “hakikat” atau “zat” merupakan sebuah pengenaan atas teks yang tak beralasan. Bukan itu maksudnya sama sekali!  Subjeknya adalah kesatuan pelayanan, yaitu, kesatuan misi antara Bapa yang mengutus Mesias-Nya untuk menjadi agen-Nya dalam pekerjaan ini. Ini merupakan sebuah contoh klasik dari prinsip keagenan, karena kuasa Yesus untuk melindungi domba-domba berasal dari penugasan yang diberikan kepadanya oleh Bapa.

Ah, ada yang akan membantah, bahwa orang Yahudi ingin melempari Yesus “karena engkau menghujat Allah dan karena engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan dirimu dengan Allah” (ay.33). Akan tetapi tolong jangan berhenti membaca di situ. Yesus sekali lagi mengoreksi tuduhan mereka yang keliru dan sesat. (Seberapa sering orang Yahudi salah memahami Yesus?) Ia menjelaskan bahwa bahkan para hakim di PL yang diangkat oleh Allah disebut “allah” (sama seperti Musa disebut Allah di Kel.7:1, dan sama seperti raja di Mazmur 45!), sehingga masuk akal kalau Yesus disebut “Anak Allah” [yaitu sang Mesias] karena ia mencerminkan sang Prinsipal, yaitu Allah yang “mengutus” dia, dengan cara yang belum pernah dilakukan agen-agen sebelumnya.

Tidak ada agen yang diutus Allah sebelum dia, dapat mendekati status superior Yesus sebagai Anak Allah. Dia sepenuhnya diberikan kuasa, sepenuhnya diberdayakan untuk melakukan pekerjaan Allah dan melaksanakan misinya kepada domba-domba Bapanya. Perikop ini merupakan satu lagi contoh klasik dari prinsip keagenan yang baru kita pelajari.

Ini membawa kita kembali ke Yohanes 12:44. Kesaksian Yesus yang “keras” ini menyatakan bahwa jika kita percaya kepada dia, kita sebenarnya bukan percaya pada dia, tetapi pada Satu Allah yang mengutusnya sebagai agen-Nya yang sempurna.

Sebagai Mesias yang ditentukan Allah, Yesus menggantikan semua agen lain yang pernah datang sebelumnya. Ia lebih besar dari Musa, lebih besar dari malaikat mana pun. Sebagai agen model Allah Yesus adalah refleksi sempurna dari Sang Prinsipal, yaitu Allah. Mendengarkan dan melihat Yesus adalah mendengarkan dan melihat Bapanya. Inilah klaim dari seruan Yesus sendiri. Tentu saja “prinsip keagenan” merupakan satu kunci master untuk memahami Satu Allah yang mengutus Anak-Nya. Dan sekarang kita adalah agen-agan Yesus di hadapan dunia. Wow!

  1. Werblowsky, R.J.Z., Wigoder, G. The Encycopedia of the Jewish Religion. New York: Adama Books, 1986, p. 15.
  1. Johnson, R.A. The One and the Many in the Israelite Conception of God. (Sebagaimana dikutip dalam buku saya They Never Told Me This in Church! dengan izin dari Juan Baixeras, 65).
  1. Anda mungkin ingin melihat bagaimana kunci ini membuka dua pengisahan yang tampak bertentangan dari peristiwa yang sama, seperti Matius 20:21 dan Markus 10:35-37. Siapa sebenarnya yang datang memohon kepada Yesus, anak-anak Zabedeus, atau ibu mereka? Anda sudah memiliki kuncinya!
  1. Di Kejadian 32 Yakub bergulat dengan “seorang laki-laki” dan melaporkan, “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” Daripada melompat pada kesimpulan yang dibuat banyak penafsir yang mengatakan Yakub bergulat secara fisik dengan Allah Sendiri (sebuah kemustahilan karena Yesus berkata, “Allah adalah Roh” di Yohanes 4:24, dan selain itu Allah adalah Mahakuasa), atau bahkan dengan “Allah Anak” sebelum dia berinkarnasi sebagai Yesus, mengapa tidak menerima penjelasan nabi Hosea sendiri bahwa Yakub bergulat dengan agen malaikat Allah … “ia bergumul dengan Malaikat dan menang (Hos.12:4-5)? Jika Anda berminat, berikut adalah sampel ayat-ayat Kitab Suci lain yang menunjukkan kesaksian Alkitab akan “prinsip keagenan” … Hak.4: 15-16; Kel. 13: 21 dengan Kel. 14: 19; Kel. 23:21-23, 30- 31; I Sam. 13: 3 & 4 di mana Yonatan sebagai anak dan agen Saulus yang melakukan pembunuhan, tetapi raja Saul sebagai prinsipallah yang akhirnya dikaitkan dengan kemenangan. 2 Sam. 3:18; 2 Raj. 14:27; 1 Taw. 11:14. Bandingkan juga 2 Taw. 4:11 di mana Huram menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan raja Salomo kepadanya, tetapi di ayat 18-19 pekerjaan itu dikaitkan dengan Salomo seolah-olah raja itu sendiri yang melakukan semua pekerjaan itu! Dll., dll.

Untuk membaca lebih banyak artikel dari Greg Deuble, silakan mengunjungi http://www.thebiblejesus.org/home.html

Iklan

66 thoughts on “SEBUAH KUNCI MASTER UNTUK MEMBUKA ALKITAB

  1. jika demikan halnya maka jika Roh Allah tinggal di dalam saya, maka saya juga adalah wakil Allah (agen Allah) dan oleh karenanya saya juga bisa di sebut sebagai allah…. sama seperti raja Israel yang di sebut allah juga….
    lantas apa makna dari kata allah dan ALLAH ? adakah perbedaan yang mendasar dari dua kata tersebut?
    kemudian jika Yesus di sebut sebagai agen Allah sehingga ketika kita menghormati Yesus maka kita menghormati Bapa, dan ketika kita percaya pada Yesus maka kita percaya kepada Bapa ALLAH YHWH.. maka dengan demikian jika ada yang menyembah Yesus bukankah itu berarti sedang menyembah ALLAH YHWH ? apakah ada yang salah dengan hal itu? (menyembah Yesus dan meninggikan Yesus) dan jika hal ini tidak salah lantas bagaimana dengan ayat yang mengatakan bahwa tidak boleh ada allah lain ?

  2. @riski, Bapa meninggikan Yesus setinggi-tingginya sehingga duduk di sebelah kanan-Nya. Monoteisme tidak merendahkan Yesus sama sekali. Jika Bapa meninggikan Yesus, apakah kita berhak merendahkannya? Adalah tugas kita untuk meninggikannya setinggi-tingginya dalam hati kita, tetapi selalu “bagi kemuliaan Bapa!” (Flp.2:11) Dengan kata lain, peninggian Yesus adalah kehendak Allah Bapa, tetapi Yesus tidak pernah disembah sebagai Satu Allah Israel yang Esa itu sendiri.

    Namun, lain halnya dalam sistem penyembahan trinitaris, Yesus disembah sebagai pribadi Allah itu sendiri, malah jauh melampaui Allah Bapa. Hal ini sangat jauh berbeda dengan isi artikel.

    Mengenai penyembahan, silakan simak artikel berikut: https://yahwehallahkita.wordpress.com/2013/09/24/apakah-yesus-allah-karena-dia-disembah/

  3. Bagaiamana cara admin meninggikan memuliakan Yesus sebagai Pribadi yang dimuliakan Bapa dan yang diberi Kuasa Kerjaan Bapa ,yg berkuasa atas segala yg hidup(baik dibumi&disorga)??

    Bbrp ayat menjelaskan siapapun manusia yg tidak meminta dan berdoa kepada dan didalam Nama Yesus ,maka permintaanya itu tidak terkabul. Karena Bapa telah memberikan wewenang/kekuasaan kepada Yesus maka Manusia itu tdk bisa langsung kepada Bapa.

    Sperti halnya Yusuf yg diberikan kuasa wewenang stempel kerajaan oleh pemilik, maka rakyat hrus tunduk dibawah kaki yusuf.

  4. Salam Damai @Philip, sesuai pengajaran Yesus, kita berdoa kepada Bapa dalam nama Yesus, bukan berdoa kepada Yesus dalam nama Yesus (itu tidak masuk akal).

    Ilustrasi yang Anda pakai cukup tepat: Yusuf telah diberikan wewenang mutlak oleh Firaun. Maka Yusuf BUKAN Firaun.

  5. Admin@ saya mencoba memahami dari sudut pandang begini, Ketika Raja Mesir memberikan kekuasaan penuh kpd Yusuf maka ketika rakyat meminta/memohon sesuatu,maka disana 99% menjadi keputusan Yusuf dan tidak perlu lagi melapor kepada Raja. Demikian juga Rakyat tdk perlu datang kepada Raja lalu minta ijin bahwa sdh mendapat stempel oleh Yusuf (dalam nama Yusuf).

    Karena sdh kehendak Raja ,ia memberi mandat penuh dan kuasa penuh(memberi hak memutuskan) atas apa yg terjadi dgn rakyat.
    Ini ttg Yusuf dan Raja mesir yg tdk ada hubungan sedarah/benih dr Raja mandatnya bisa sedemikian besarnya kepada Yusuf.

    ***—> balik kepada Bapa dan Yesus Kristus<—***

    Bagaimana ketika TUHAN yg empunya Kerajaan Sorga Yg Esa ,Maha Kuasa itu berkata Inilah Anak Ku yg tunggal kepadanya Aku berkenan Ia Kuberikan Bagi dunia ,Siapa yg percaya dan taat dan memuliakannya akan hidup kekal, aku akan memberi kuasa atas segala yg hidup baik dibumi dan disorga, dia ada sblm semuanya ada.

    Pada saatnya Yesus Anak Allah itu akan berkuasa penuh tanpa minta kepada Bapa:
    contoh: seperti hal Yesus memberi Dama sejahtera & menghembuskan Roh Kudus langsung kepada rasul nya. Memberi kuasa penuh kpd rasul untuk mengampuni manusia.
    bisa kita baca:
    Yohanes 20:21-23 (TB) Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
    Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
    Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

    mari kita flasback ke kronologis bgmn Yesus yg mulanya berkata mintalah kepada Bapa dalam namaku kemudian ketika Kuasa tak terbatas yg diberikan Bapa itu penuh(kita baca ayt dibawah ini).

    Yohanes 16:23-28 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.
    Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

    Semuanya ini (kalimat sebelumnya) Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu.
    Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
    sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.

    Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."

    menunjukkan bahwa sekarang kamu tidak usah lagi meminta kepada Bapa. karena meminta kepadaku kamu akan aku beri. karena siapa mengasihi Anak Nya sama Hal nya Mengasihi Bapa, karena pada dasarnya hakekatnya benih inti Yesus ini asalnya dari Bapa bukan benih dari manusia maria.

    Apakah dengan kondisi manusia berdoa kepada dan menyerahkan Hidupnya kepada Yesus . Bapa dari Yesus Kristus itu cemburu??
    saya belum menemukan ayat yg berkata ketika kita sujud dan memulikan Kristus Bapa cemburu.
    tetapi ada ayat yg berkata Siapa yg memuliakan Anak maka memuliakan Bapa Nya.

    Dari struktural dalam Alkitab : kita manusia adalah milik Yesus Kristus, Yesus Kristus Anak Yahweh adalah milik Bapa Yahweh.

    Itu sudah ketetapan Bapa Yahweh didalam Yesus Kristus.

    Analogi lain
    Seorang Raja sunia memberi Kuasa dan pemerintahan kepada Putra nya yg tunggalnya, dalam rangka penyelamatan rakyat ditimpa penyakit oleh roh iblis.

    Mari membaca alkitab spy tdk mudah percaya doktrin Trinitas/unitarian/tritunggal/monoteisme dan lain lain. Sgala sesuatu ucapan manusia perlu diuji dlm firman mana , dan biarlah Roh kudus yg membenarkan

  6. Menurut admin Siapakah Yesus Kristus?
    1. Apakah sekedar manusia yg di beri hadiah karena ketaatannya atau Anak Allah yg dari benih /berasal dari Allah

    2. Apakah Yesus Kristus itu sudah ada sblm si Adam dan segala mahluk hidup? Jika Yesus belum ada/ masih dalam hati/pemikiran Bapa dimana ayatnya(satu ayat blm bisa menjadi bukti,dua – tiga ayat kesaksian bisa dikatakan syah)

    3. Menanggapi pertnyaan nomer .1
    a.Jika benih itu dr manusia bagaimana cara sujud memuliakan manusia Yesus Kritus itu?
    b.Jika benih itu berasal dari Allah sendiri bagaman cara sujud dan memulikan Yesus Kristus Anak Allah itu?

  7. @Anonymous, Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah. Hal ini ditegaskan di Matius 16 oleh Yesus sendiri,

    13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, ia bertanya kepada murid-muridnya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”
    14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”
    15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah aku ini?”
    16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
    17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapaku yang di sorga. (Mat.16:13-17)

    Itulah pewahyuan dari Bapa di surga, bukan dari manusia! Hal ini dipertegas di kesimpulan Injil Yohanes, “tetapi hal-hal ini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya karena percaya, kamu memperoleh hidup dalam namanya.” Lebih dari itu, berasal dari manusia.

    Jika ingin menyelidiki hal ini dengan lebih detail, silakan download buku PDF berikut: http://cahayapengharapan.org/id/wp-content/uploads/2016/06/TOTG-Edisi-PDF-1.pdf

  8. @philip, saya tidak melihat apa-apa dalam tulisan Anda yang perlu dibantah karena selama kita tidak menarik kesimpulan “Yesus adalah Allah” atau “pribadi kedua dari Trinitas”. Jika Yesus ditinggikan oleh Allah sehingga duduk di sebelah kanan-Nya, siapakah kita untuk merendahkannya? Pewahyuan Alkitab adalah: 1Kor.8:4,6, “there is no God but one… for us there is only one God, the Father… and one Lord, Jesus Christ…” Jadi, kesimpulannya, “One God, One Lord”.

  9. Jika Pastor tidak membantah brti sah-sah saja ya ketika saya berdoa meminta, sujud menyembah,memuliakan Kepada Yesus Kristus,
    Karena Bapa berkenan dan Baoa tidak cemburu karena Bapa pada saat ini menyerahkan Segala Kekuasaan dan pemerintahan atas manusia kepada Yesus Kristus Anak Nya.

  10. Apakah Yesus Kristus itu sudah ada sblm si Adam dan segala mahluk hidup? Jika Yesus belum ada/ masih dalam hati/pemikiran Bapa dimana ayatnya(satu ayat blm bisa menjadi bukti,dua – tiga ayat kesaksian bisa dikatakan syah)

    Karena bbrp ayat mengatakan Yesus itu Sudah ada sejak dunia belum jadi dan diberi kemuliaan sblm dunia dijadikan Bapa yg emounya segala yg idup.

    Benar demikian Pastor, mohon jwbn singkat jelas saja.thx Tuhan memberkati

  11. @ anonymous, yesus kristus belum ada sebelum jaman adam secara wujud fisik. tapi rencana tentang kehadiran mesias sudah di ucapkan oleh BAPA, kejadian 3:15.
    kemudian di yoh 1:1-14, juga di jelaskan oleh yohanes, dengan di awali pada ayat pertama, “pada mulanya adalah firman… (kata-kata “firman” dalam bahasa aslinya (ibrani) adalah dabar/debar, yang artinya rencana…) dan dalam yoh 17:5 “oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-MU sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-MU sebelum dunia ada.”…
    semoga jawaban saya menjawab pertanyaan bapak….
    mohon di koreksi pastor jika saya salah… thanks

  12. @Anonymous, sebetulnya mengenai subjek trinitas ini, beban membuktikan ada pada Anda, bukan saya. Saya yang mengatakan “tidak ada”, dan Anda yang mengatakan “ada”, yang perlu membuktikan adalah orang yang mengatakan “ada”. Contohnya, jika Anda berkata kepada saya “rumah itu ada hantu” dan menurut saya “tidak ada”; yang perlu membuktikan rumah itu ada hantu siapa? [Maaf, saya bercanda sedikit, supaya tidak kita tidak tegang dalam berdiskusi.] Saya hanya perlu menilai bukti-bukti yang Anda paparkan, dan menolak atau menerimanya sesuai pengetahuan saya. Anda bilang, “kain jendela itu terbang sendiri…”, saya bilang, “angin kali…” dst… Anda yang bilang, ada “Trinitas”, ada “doktrin keilahian Yesus”; saya bilang “tidak”.

    Saya sudah menjelaskan bahwa praeksistensi tidak membuktikan keilahian, dan saya juga telah menjelaskan secara konseptual bahwa bahasa-bahasa praada yang dipakai untuk Yesus dipakai secara luas untuk orang-orang percaya (yang belum ada). Jika Anda tetap berpandangan bahwa praeksistensi membuktikan keilahian, silakan… Kita bisa “agree to disagree saja”.

    Anda yang perlu membuktikan kepada saya Yesus itu adalah theos. Kata theos dipakai 1318 kali (banyak sekali), dan Anda yang perlu menunjukkan kepada saya kapan kata itu dipakai untuk Yesus, dan bagaimana ayat itu membuktikan Yesus adalah pribadi Allah yang Esa itu sendiri.

  13. @philip, saya tidak membantah karena saya mempertimbangkan kelemahan manusia. Saya pribadi juga mengalami pergumulan panjang selama bertahun-tahun sebelum mengalami pencerahan. Alkitab tidak melarang kita kok jika kita mau memuji, sujud (sampai menyembah?), bernyanyi, mengarang lagu kepada pacar atau kekasih kita, jadi apa salahnya jika kita berbuat demikian kepada pribadi yang ditinggikan Allah di atas segala-galanya (kecuali Diri-Nya sendiri)?

    Namun yang menjadi pertanyaan saya ialah, jika Bapa adalah satu-satunya Allah yang benar, mengapa kita tidak terlalu mempedulikan pengajaran dan teladan Yesus, untuk berdoa dan mengabdi kepada Bapa? Kalau saya membaca Injil saya, saya merasa Bapa sangat ingin mendengarkan doa kita kepada-Nya. Bukankah ini bagian dari menjadi seperti Kristus, yaitu berhubungan dengan Bapa seperti Yesus?
    Mat.6:6, “… berdoalah kepada Bapamu…”
    Mat.6:9, “Bapa kami yang di surga…”
    Mat.7:11, …Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya
    Anda bisa mengecek kata “doa” di dalam Alkitab…

    Yang terjadi di dalam jemaat masa kini adalah penyembahan dan pengabdian yang total kepada Yesus, dan Bapa hanya diberikan “lip service”. Yang ada sekarang adalah sebuah generasi anak-anak yang tidak ingin berbicara kepada Bapa, sekalipun telah diajarkan demikian. Hal ini tidak terjadi di jemaat awal dan juga di surga yang digambarkan di Wahyu. Yesus disembah di samping Allah Bapa, bukan ditempat Bapa di Wahyu. Dengan kata lain, kehidupan Yesus yang Bapa-sentris, atau pesan Injil yang terutamanya Theocentris, dan kemudian Kristosentris, telah dijadikan sepenuhnya Kristosentris oleh trinitarianisme.

    Kalau kita disebut anak-anak Allah, mengapa kita begitu enggan (dengan pelbagai alasan) untuk berbicara dengan Bapa kita? Apakah ada ayah di dunia ini yang tidak merasa apa-apa jika anak-anaknya enggan berbicara langsung kepada dia? Bukankah Yesus mati untuk membawa kita kepada Bapa? (1Ptr.3:18)

  14. Yesus mengarah kita pada Bapa; Yesus adalah satu-satu jalan yang membawa kita pada bapa; Yesus selalu memuliakan Bapa; Yesus mengajar kita untuk berdoa kepada bapa; Yesus taat kepada Bapa; Yesus diutus oleh Bapa sebagai Mesias, Anak Allah;Yesus mau kita mempercayai dia sebagai Mesias dan beroleh keselamatan; segala yg Yesus lakukan adalah agar kita bisa diperdamaikan dengan Bapa.

  15. maaf tertarik dg percakapan ini,mohon ijin…seperti yg saudara anonymous tuliskan barusan,jadi setelah kita diperdamaikan dan memiliki hubungan langsung kepada Bapa bukankah kita akan senang jika kita sendiri dpt berhubungan langsung atw-pun meminta kepada Bapa{karena inilah salah satu tujuan kita mengikuti Kristus} dan Bapa sendiri juga senang jika kita berhubungan langsung dg Dia{itu sebabnya ada Yesus bagi kita}. jadi setelah kita diperdamaikan dan memiliki hubungan langsung kpd Dia,kenapa kita hrs membatasi dan berhenti pada Yesus.
    Bapa/Allah Yahweh-lah yg menjadi pusat segalanya.tanpa merendahkan atw mengesampingkan Yesus
    salam kenal…

  16. sepertinya Yesus juga tdk pernah meminta utk disembah,jika kita mau mendengarkan perkataanya dan mengikuti teladannya maka penyembahan kita akan kita arahkan kpd Bapa{tercermin dari seluruh kehidupan Yesus sampai Yesus mati}

  17. Philip. Coba digali lagi ayat nya, apakah benar manusia setelah ditebus langsung menjadi milik Bapa?

    Berarti org yg berpendapat hidup pada masa ini, lebih berhikmat drpd rasul paulus dan Rasul Yesus.
    Karena rasul paulus mengatakan manusia,segala yg hidup adalah menjadi kepunyaan Kristus. Kristus adalah kepunyaan Allah Bapa.
    Yesus berkata Aku pokok Anggur yg benar, siapa yg tidak tinggal didalam ku dan mendengarkan firmanku akan dicampakkannya, masak ranting itu bisa berbuah bila tanpa pokok Anggur, dalam hal inilah Bapa dipermuliakan. Pokok-bisa di maknakan dalam segala hal tidak terbatas (Tuhan mengaruniakan kepada Anaknya Roh Nya dan kuasanya kpd Kristus tidak terbatas,bisa melebihi akal manusia)

    Jika dibaca penuh PB, Pada awal pelayanan sbgai manusia Kenapa Yesus mengajarkan berdoa kepada Bapa dsb, ya spy menunjukkan bahwa Akulah Anak Allah yg berasal dr Allah, yg tunduk sbgai Anak Allah yg Tunggal.

    Lalu setelah mendekati pertengahan sampai setelah kebangkitannya Ia mengatakan: tetap sbgai kedudukan Anak tunggal yang respect kepada Bapa,tetapi Ia juga dg jelas berkata
    Segala Kuasa atas sgala yg hidup telah dilimpahkan kepadaku oleh Bapa.
    Yesus berkata dari hati-kehati murid2 yg org paling dekat,
    Aku sudah tidak berkata dengan kiasan, Pada saat itu aku akan berterus terang bahwa Akulah Dia Mesias Anak Allah, kamu meminta kepadaku saya tdk perlu lagi meminta lagi kepada Bapa, Karena Bapa berkenan. Siapa mengasihi Anak sdh tentu mengasihi Bapa, oleh karena hal itulah apa yg kamu minta akan Kuberikan.

    Tidaklah salah jika Rasul rasul nya membangkitkan org mati hanya dalam Nama Yesus, kenapa tidak memakai Nama Bapa nya? Mari berfikirr…

    Bukankah sudah jelas Bahwa Bapa itu sangat berkenan dg Nama Anak Nya itu. Dalam hal demikian Bapa berkenan

    Ya bagi saya

  18. Sudah sangat Jelas Alkitab berkata Bahwa Pada masa ini, Segala Kuasa dan Pemerintahan itu diberikan kepada Kristus, sudah menjadi kewajiban manusia dan segala yang hidup tunduk dalam nama Yesus.

    BAPA Sangat Berkenan,

    Apakah kondisi ini merusak monoteisme Bapa? TIDAK.
    Hanya ada satu Allah Yahweh dan hanya Satu Mesias Anak Allah sendiri. Bapa lebih besar dr Yesus.
    Segala milik Allah adalah Milik Kristus Juga.
    Apakah Kristus itu Ilahi? Biar masing masing kita menilai…

    Meskipun Yesus berkata: kamu akan menjadi anak-anak Allah jika percaya padaku dan firmanku, kamu akan melakukan hal hal besar yg melebihi Aku(Yesus) jika Roh kudus turun atasmu.
    Jika Yesus hanya manusia yg diberi tahta oleh Bapa. Mungkinkah ada manusia yg lebih dari Yesus, mari cek dari adam sampai sekarang yg lebih tinggi dari Yesus siapa orangnya.
    Apakah akan ada lagi manusia superior yg notabene admin berkata bahwa muridnya pun dari atas,yohanes dari atas.
    jika HANYA manusia biasa mana mampu menjadi setara Kristus/menyamai Kristus, pada dasarnaya manusia itu rumahnya dosa mana ada yang sesempurna Kristus. Ada yg berkata Yesus manusia superior dsb.

    Silahkan direnungkan mungkinkah orang yg dari atas (Rasul Nya,Yohanes,orang yang percaya) yg notabene mereka juga dipilih dari dahulu melebihi Kristus Yesus.

    Lalu kenapa hanya manusia Yesus?
    Mana ada manusia yg berasal dari darah dan daging bisa sesempurna Yesus yang lahir dari benih Ilahi,Benih Roh Allah?

  19. kristus itu ilahi ? tentu tidak. karena dia manusia. jika kristus ilahi, maka pernyataan ini menjadi tidak berlaku :”oleh karena ketidaktaatan satu orang(adam) dosa masuk ke dalam dunia dan oleh karena ketaatan satu orang(kristus) kita mendapat keselamatan.”
    pada pernyataan ini jelas sekali si pembuat pernyataan sedang membandingkan kristus dan adam. tentu saja dalam hal membandingkan sesuatu, harus pada kondisi yang setara. jadi jika kristus itu ilahi maka itu berarti tidak setara dengan adam.
    mari kita bandingkan adam dengan yesus
    adam, tidak punya bapak, adam di ciptakan Allah dengan menggunakan media tanah (ibu) dengan hembusan nafas Allah.
    yesus, tidak punya bapak, dan di lahirkan karena roh kudus melalui perawan maria (ibu)
    adam di berikan suatu aturan oleh Allah untuk dilaksanakan tetapi gagal.
    Yesus melakukan semua hukum yang diperintahkan oleh Allah dan berhasil. terbukti tidak berdosa.

    perkataan yesus tentang, “kamu akan melakukan hal-hal besar yang melebihi aku (yesus) jika roh kudus turun atasmu” tidak sedang menunjukan ada yang lebih besar atau lebih tinggi dari yesus, tetapi sedang menjelaskan bahwa jika roh kudus turun ke atas mu maka kamu akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar yang lebih besar dari pekerjaan-pekerjaan yang pernah yesus lakukan selama hidup di bumi.

    kemudian soal manusia yang lebih tinggi dari yesus.
    jelas tidak ada manusia yang lebih tinggi dari yesus, karena peninggian nama yesus itu di lakukan oleh bapa, bukan oleh manusia. Yesus di tinggikan karena ketaatannya kepada bapa, sehingga oleh karenanya yesus mendapat tempat di sebelah kanan bapa.

    pernyataan anda tentang “mana ada manusia yang berasal dari darah dan daging bisa sesempurna Yesus yang lahir dari benih ilahi?
    memang tidak ada manusia (yang saya tau selama ini) yang bisa sesempurna yesus. tapi bukan berarti yang lahir dari benih ilahi itu selalu bisa sempurna… buktinya adam, adam lahir dari Allah, dan nafas Allah (ruach/roh) di hembuskan kepada adam, tetapi gagal melakukan kehendak Allah (berdosa).
    jadi kesempurnaan seperti kristus itu bisa di peroleh jika kita benar-benar bertobat, di baptis, kemudian taat, dan bergantung pada roh kudus (roh kudus adalah roh yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus, untuk menolong kita agar tetap taat)
    ketaatan ini adalah ketaatan atas dasar kasih kepada Allah.sebab tanpa adanya kasih kepada Allah tidak mungkin ada ketaatan.

  20. @riski..mantap, saya setuju. yesus jelas adalah adam kedua. adam pertama tidak taat karena keinginannya mau meninggikan diri mencapai kesetaraan dengan allah, adam kedua taat dengan merendahkan dirinya dan akhirnya Allah yang mengangkatnya setingggi-tingginya. kita juga yang merendahkan diri untuk taat akhirnya akan diangkat oleh Bapa untuk duduk bersama di atas takhtanya…Wahyu 3.21

  21. di bawah ini saya mencoba memberikan gambaran singkat tentang karya penyelamatan :

    sebuah pandangan pararel

    Adam, di ciptakan oleh Allah dengan media yang digunakan adalah tanah, tanah yang belum di kutuk (virgin), lalu di hembuskan nafas hidup (nafas Allah).

    Yesus, di lahirkan dari perawan maria, oleh roh kudus.

    tanah yang belum di kutuk (virgin) yang di pakai oleh Allah sebagai media ketika menciptakan adam adalah merupakan gambaran yang pararel dengan apa yang terjadi ketika peristiwa terjadinya kelahiran yesus.
    perawan maria = tanah yang belum terkutuk/suci/virgin

    Adam tidak punya bapak, secara jasmani/fisik
    Yesus pun tidak punya bapak secara jasmani/fisik karena kelahiran yesus bukan hasil hubungan sex antara maria dan yusuf.

    peristiwa ketika adam dan hawa (manusia) jatuh dalam dosa, Allah mengutuk iblis, dan tanah. dan Allah mengatakan sebuah janji kepada manusia, bahwa keturunan perempuan ini akan meremukan kepala iblis.
    inilah janji yang menggambarkan kedatangan mesias.

    peristiwa abraham mengorbankan isaac.
    Abraham ketika hendak menyembelih isaac sebagai korban di atas mesbah, lalu di hentikan oleh Allah dan diganti dengan anak domba yang tidak bercacat cela.
    merupakan gambaran yang pararel dengan apa yang akan dilakukan oleh Allah terhadap mesias.
    mesias disebut sebagai anak domba Allah.
    peristiwa abraham ini memberi pemahaman bahwa Allah tidak mengehendaki kematian manusia akibat dosa (isaac di sembelih), untuk itu Allah sediakan anak domba (mesias).

    peristiwa yusuf
    yusuf di buang oleh saudara-saudaranya, mengalami berbagai macam penderitaan, tapi kemudian menjadi wakil firaun, dan bahkan dikatakan bahwa firaun tidak mengerjakan apa-apa lagi, karena sudah di serahkan semuanya kepada yusuf.

    peristiwa yusuf ini adalah gambaran tentang hidup mesias, yang di buang/di singkirkan/dijauhi oleh “saudara-saudaranya” dan mengalami penderitaan di kayu salib. namun ketika bangkit, mendapat tempat di sebelah kanan Allah, wakil Allah, Raja di atas segala raja.

    peristiwa yunus
    yunus ada dalam perut ikan selama 3 hari
    demikian juga dengan mesias, ada dalam perut bumi selama 3 hari 3 malam

    semua cerita yang ada di perjanjian lama telah menggambarkan bagaimana mesias itu. sungguh hal yang sangat indah dan luar biasa.

    Yesus adalah anak Allah demikian juga adam, dan bangsa israel di sebut sebagai anak Allah, tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa Yesus adalah anak TUNGGAL ALLAH.
    Anak Tunggal Allah ini belum pernah di sematkan kepada yang lain. hanya Yesus yang di sebut sebagai anak Tunggal Allah.
    mengapa yesus di sebut Anak Tunggal Allah?
    ini ada kaitannya dengan ketaatan dan kebangkitannya.
    yesus di sebut sebagai anak Tunggal Allah karena
    1. tidak ada yang taat seperti yesus
    2. belum pernah ada yang bangkit dari kematian, dan kemudian hidup selama-lamanya.
    kematian yesus dan kebangkitannya merupakan kelahiran nya sebagai anak Tunggal Allah, lahir ke dalam “alam” nya Allah.
    itulah sebab nya kenapa di sebut anak Tunggal Allah. karena yesus lah satu-satunya yang telah menjalani dan telah berhasil menjadi manusia yang dikehendaki oleh bapa. sehingga gambar dan rupa Allah (yang di katakan pada awal penciptaan) berhasil di capai oleh yesus, manusia sempurna.
    gambar dan rupa Allah yang pertama kali di berikan kepada adam telah rusak oleh karena ketidaktaatan adam.
    dan ketika yesus bangkit, yesus mengenakan tubuh sempurna, bisa di pegang secara fisik tapi tidak di batasi oleh ruang dan waktu.

    sungguh sangat menakjubkan ALLAH BAPA kita itu….
    betapa baiknya dan kasih nya kepada kita. belum cukupkah semuanya itu ? adakah yang lebih penting dari keselamatan ?
    tapi kita lebih memikirkan hal-hal yang ada di dunia.
    bukankah hal-hal itu sudah lebih dari cukup untuk kita mengasihi ALLAH BAPA? DIA ingin kita ada di dalam keluarganya, DIA ingin kita mengasihi NYA, kita harus membuktikan kasih kita kepada ALLAH dengan mengikuti segala firmanNYA selama hidup di dunia (taat) dan ketaatan yang di minta oleh BAPA adalah ketaatan berlandaskan kasih yang tulus bukan ketaatan karena takut dihukum, ketaatan yang bukan karena di suruh-suruh, tapi ketaatan yang karena kesadaran.

    amin…

  22. jadi kesempurnaan seperti kristus itu bisa di peroleh jika kita benar-benar bertobat, di baptis, kemudian taat, dan bergantung pada roh kudus (roh kudus adalah roh yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus, untuk menolong kita agar tetap taat)
    ketaatan ini adalah ketaatan atas dasar kasih kepada Allah.sebab tanpa adanya kasih kepada Allah tidak mungkin ada ketaatan.
    —–
    berarti anda yakin akan ada manusia sperti Yesus Anak tunggal Allah yg diberi kuasa spertinya?

    Sebenarnya smua Gelar Yesus itu diterima setelah proses kematian atau memang sudah dimiliki sejak purbakala?
    sepaham saya Gelar Anak Allah itu sejak Purbakala.
    tidak tau lagi klo ada alkitab lain.

    Yesus berasal dari Roh Allah atau Roh kudus?
    hembusan nafas Allah itu Apakah sama dengan Roh Allah dan Roh Kudus ,apa mempunyai kedudukan sama dengan Roh manusia adam?

    apakah adam ditentukan sbgai pemegang kitab kehidupan sejak masa lampau?
    Atau Yesus yg sdh ditentukan sbgai Anak Domba Allah yg memegang Kitab kehidupan sblm segala yg hidup baik dilangit dan dibumi?

    Gelar Ilahi tidak mesti sejajar dgn Ilahi Bapa Nya. Oleh sebab itu tidak salah jika Bapa memberi Gelar2 yg dimilki Kristus itu diatas segala gelar manusia. tuan dari segala tuan,raja dari segala Raja,Illah Perkasa.Raja damai,Penasehat Ajaib,Imam dari sgala Imam dari sejak awal.

    Perpaduan Benih Ilahai Allah dengan manusia, menjadi manusia Ilahi yg sekarang Duduk memerintah bersama Allah Bapa dengan tubuh Kemuliaan, dan semua sujud kepada Kedua pribadi yg duduk diatas tahta

  23. @Philip, apakah yang anda percayai selama ini? apakah anda percaya bahwa Yesus itu Allah itu sendiri? apakah anda percaya bahwa Allah itu Esa ? mohon di jawab dengan singkat dulu ya, supaya kita bisa membahas satu demi satu, biar fokus. thanks

  24. Saya rasa dari awal berfokus pada Siapa Yesus Kristus.

    Sesuai Alkitab Yesus Anak Allah yg ilahi.

    Ilahinya Yesus tidak setara dengan Ilahi Bapa.
    Yesus ada dari awal sebelum penciptaan.
    Semua gelar Yesus menunjukkan keilahia Nya.

    anda silahkan mencari manusia didunia ini yg sempurna, TIDAK ada.

    Yesus Anak Allah diberi Kuasa dan pemerintahan kerjaan dan Kemuliaan Bapanya.
    Manusia wajib sujud dan tunduk dibawah kaki kristus pada masa ini.
    Sampai masa itu selsei dan mneyerahkan kembali kepada Bapa.
    Yesus Anak Allah dan Bapa duduk di tahta memerintah bersama, smua mahluk di soraga dan dibumi sujud kepada nya.

    Bapa Esa dan Yesus Kristus esa pula.

    Karena Benihnya dari Bapa,
    Sisi ilahi Kristus jelas ada.
    Sisi manusia Kristus juga ada.

    Jika anda berpikir Yesus hanya manusia, cb berpikir ulang, mana ada sih manusia yg sangat taat kepada Allah Bapa, jika dia tidak bersal dari Bapa dan Sangattt kenal dengan Allah Bapa.

    Jika anda berpikir Yesus mndapat gelar itu krn ketaannya sbg manusia. Coba berpikir ulang.
    Sangat bnyak ayat yg berfiman bahwa smua Gelar Yesus itu sudah dimilikinya sejak dunia belum dijadikan di hadirat(dihadapan) Bapa Nya.

    Jika anda melupakan Bahwa Yesus itu telah diberi Kuasa atas manusia maka anda akan lupa stuktur yg dikehendaki Bapa.

    Manusia Milik Kristus,Kristus milik Bapa.
    Yesus Anak Allah pokok anggur, manusia rantingnya,Yahweh Bapa Yesus Pemilik Nya.
    Bapa pemilik kerajaan sorga, Yesus Anak Nya, manusia umatnya ciptaanya(segala yg hidup).
    Markus 12 jg perumpamaan ttg Siapa Yesus.

    Jgn membandingkan Yesus Kristus Anak nya dgn siapapun (manusia,nabi,malaikat,iblis) krn tidak seimbang.
    Jgn bandingkan Allah Bala dengan Yesus krn dari segi kedudukan jg berbeda. Tetapi Gambar dan kepenuhan Bapa didalam Anak sudah pasti krn sifatnya Ilahi tdk terbatas ruang dan waktu.

    manusia terbatas ruang dan waktu.meskipun sudah lahir baru/lahir dari atas,kecuali sudah mati. TAPI ingat Yesus tidak mati Yesus naik dgn Tubuh Kemuliaan dan turun kedua kali nanti juga dengan Tubuh Kemuliaan Pula.

    Gelar “Anak Allah” adalah bukti ilahi Nya, benih hakekatnya dari Allah.
    Gelar “Anak Manusia” adalah bukti ia Manusia, krna memang sesuai janji Bapa akan dijadikan manusia sebgai tebusan.

    Kalau memang semua ini tidak ada dalam Alkitab silahkan diralat oleh sdr Rizki dan Admin.

  25. Sdr rizki silahkan mencari tahu perbedaan dari “anak-anak Allah” dan “Anak Tunggal Allah”.

    Sedikit sepaham saya.
    1. Anak Allah itu Esa,sempurna,tidak berdosa, lebih dahulu ada dan lebih besar dari nabi-nabi yg diutus Bapa Nya.

    2. Anak-anak Allah itu banyak,semua anak manusia yg percaya kpd Yesus Kristus sbgai Anak Allah penebus yg di utus Bapa disorga adalah disebut anak – anak allah. Nabi nabi pun bisa dikatakan Anak – anak Allah

  26. ikut tanya buat philip boleh?
    1.setuju sama pertanyaannya riski
    2. jaman purbakala menurut saudara itu pada waktu kapan/apa.mulai kapan dan sampai kapan?setelah itu bukti2 yg menunjukkan gelar Anak Allah sejak dari purbakala
    3. klw yesus sudah ditentukan menjadi anak domba Allah yg memengang kitab kehidupan sebelum segala yg hidup baik yg dilangit dan bumi…tolng saya ditunjukkan bukti bukti alkitab-nya dan penjelasannya.[klw bisa singkat n jelas sama spt saudara riski]

  27. Hembusan nafas hidup dari Allah itu menjadi roh bagi kehidupan manusia yg selalu melekat pada manusiadisebut “Roh manusia”
    Kej 2:7

    Roh Allah itu bisa datang dan pergi tergantung dengan respon manusia. Kej 6:3
    Roh kehidupan nafas hidup yg diberikan Allah tggal dalam anda selamanya dan Roh Allah adalah Roh Allah , Ayub 23:3
    Dari bbrp hal diatas kita sdh tau level Roh Alkah dan Roh manusia.

    Silahkan digali, Apakah Yesus ini benihnya dari hanya “roh manusia/hembusan nafas Allah” atau benihnya “Roh Allah” dan “Firman Allah” sendiri.

    Gambaran adam tidak berarti sama dg Kristus kawan.
    Karna Bapa tidak pernah bilang Kristus adalah serupa dan segambar dg Adam.
    Yohanes sbgai pembuka jalan terang itu(Yesus) berkata Yesus Anak Allah adalah serupa dan segambar dgn Bapa Nya.

    Yg dimaksud paulus “sama” adalah krn adam berdosa maka smua anak manusia berdosa, “sama” halnya dg Seorang “Anak Manusia” Yesus Kristus benar maka smua manusia dibenarkan.
    Jadi bukan berarti sama/ setara dgn adam.

    1 Korintus 15:45-47 (TB) Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan.
    Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang Rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang Rohaniah.
    Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.

    Berasal dari Sorga apakah Yesus berasal dari dunia? sangat jelas perbedaannya.

  28. @philip, anda mengatakan “sesuai alkitab, yesus anak Allah yang ilahi”
    Bisa tunjukan ayat nya di mana?
    Apa sih pengertian ilahi itu menurut anda?
    Thanks

  29. jadi pengen tanya lagi nih,
    kenapa gelar2 yesus bisa jadi bukti bahwa yesus ilahi ya?

    klw yesus bisa taatkpd Allah karena dia ilahi dan manusia 100% tdk bisa taat spt apa yg yesus contohkan,kenapa Allah memerintahkan manusia utk taat kepada Dia ya….,kan kita manusia,masak sih Allah memberikan kita teladan yg totabenya kita tdk akan dapat meneladani Yesus karena dia ilahi.

    kemudia tadi ada pesan yg sangat penting dari philip,saya kutip”TAPI ingat yesus tidak mati yesus naik dg tubuh kemuliaan dan…..”sebenarnya menurut philip saat yesus disalib itu mati apa tidak ya?setauku sih mati dan dibangkitkan oleh Allah dan naik,jika tidak mati mungkin sakramen babtisan hrs ada perubahan.atw dlm hal kematian yesus ini philip memakai sepenggal ayt Al quran yg menyatakan bahwa yesus tdk mengalami kematian dan langsung diangkat.?klw tidak mati dianggap sbg bukti keilahian,bagaimana dg nabi elia dan henok ya?

    jika yesus adlh pokok anggur dan manusia adlh rantingnya[pokok anggur dan ranting anggur adlh satu kesatuan] dan di dlm babtisan kita disatukan dg yesus.. jika yesus adlh ilahi maka manusia adlh….?

  30. Budi@ purbakala. Coba digali dlm alkitab purbakala itu bagaimana ya. Sudah cukup jelas kunci jawaban ada dalam Alkitab.

    2.
    Amsal 8:22,24,25,26,30
    1 Korintus 1:24 Kristus = Hikmat TUHAN dan Kekuatan TUHAN

    Kolose 1:17 (TB) Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

    Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu Kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
    Yohanes 17:5 (TB) Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan Kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

    Mikha 5:2

    Apa anda mgkin bertanya dmn ada Kalimat “Anak Allah”?

    3.
    Wahyu 13:8 (TB) Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
    — coba dibaca dgn pelan spy paham —

    apakah pemahaman anda sudah ter doktrin atw masih murni saya tidak tahu.bagi saya wahyu 13 :8 sangat jelas menunjukkan bahwa pemegang kitab kehidupan itu Anak Domba sblm dunia dijadikan, dan Anak domba itu yg menulis nama2 manusia.

  31. Saya sudah mengira. Sdr rizki akan bertanya demikian dan saya tidak akan menjawab.

    Dengan segala kerendahan hati didalam Roh kudus dan dibaca Alkitab .disana kunci jawab Nya.

    Sebaiknya anda sebekum bertanya itu mohon tanggapi ttg jawaban saya atas pertnyaan anda sebelumnya

  32. Budi@ mungkin anda perlu memahami dg baik. Bagaimana bisa saya berkata Yesus Anak Allah diutus sbgai penebusan(artinya mati dan bangkit).Sisilain saya berkata Yesus tdk mati.

    Silahkan dipahami dulu saja.hehe

  33. @philip, pertanyaan saya yg terakhir justru ingin lebih mengerti pemahaman anda, supaya bisa nyambung pola pikir nya, sehingga saya bisa menjawab dengan tepat, ga melenar kemana mana

  34. Budi@ Adam tadi anda setarakan,ternyata tdk bisa setara,sekarang mau ditambah henokh dan Elia dgn Yesus.

    Ya mana bisa setara, Asal Usul nya dan keberadaan dan Posisinya kedudukannya saja sudah beda.

    Henok dan Elia dr nafas hidup yg dihembuskan Bapa. Satu nya benih ilahi dari Roh Allah dan Firman Allah yg memberi kehidupan manusia.

    Sama halnya anda mau menyamakan Tukang periuk dengan periuknya.

  35. Rizki@anda sendiri belum faham dg yg anda sampikan dg mengatakan adam sama/setara dgn Yesus dmn ayatnya ? Kalo Bapa yg berkata sendiri dan Yesus berkata demikian saya akan percaya ,tapi klo hnya asumsi anda maaf.
    anda blm menjawab kog balik bertanya, jika sudah nemu aytnya saya jawab.

    Dan
    anda cari juga dimana ayat yg mengatakan Yesus ilahi..
    anda cari pula dimana ada ayat yg berkata Yesus ada dalam fikiran Allah..

  36. Hehe. Intinya cari aytnya sampai Yesus datang kedua kaliNya.

    Benih anda dari Ayah anda, anda lahir maka DNA Ayah anda pasti bersemayam dlm pribadi anda ,sifat dan gambaran Ayah anda sedikit bnyak ada dlm anda.

    Padahal jelas.
    Yesus benihnya darimana asalnya, dari Roh Allah yakni Alkah sendiri, maka dlam Anak disitu pula DNA benih itu bersemayam.

    Pahami arti Lahir dari Roh Kudus/Roh Allah.
    Pahami arti hembusan nafas hidup.
    Pahami nafas hidup/roh kehidupan itu berbeda dengan Roh kudus/Roh Allah.

    Sebelum anda bertanya saya,apakah yg dimaksud ilahi?
    Pahami dulu yg diatas itu.

  37. Bagi saya sederhana saja, jika Yesus ilahi dan adalah Allah, mana mungkin dia mati di kayu salib. Suatu penghujatan untuk berkata bahwa yang ilahi bisa mati. Tidak ada ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan Yesus pernah mengklaim diri sebagai Allah maupun sebagai yang ilahi. Yang jelas tertulis di Alkitab adalah Yesus adalah Anak Allah, Mesias dan di dalam namanya kita beroleh hidup yang kekal.

    “tetapi semua yang tercantum di sini (Injil Yohanes) telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namanya – Yoh. 20:31

  38. salam kenal buat yanto.tertarik juga ya….tetapi kata philip yesus itu ilahi,dan kata dia klw berkaitan dg penebusan yesus mati dan bangkit tetapi disisi lain dia katakan yesus tidak mati.
    klw menurut saya entah berkaitan dg penebusa atw tidak buktinya yesus mati tuh….seperti kata yanto jika yesus itu ilahi dan mengatakan yesus mati adlh sebuah penghujatan meskipun dlm pengertian penebusan.
    semoga philip tdk capek dg pertanyaan2 kita ya,….semoga dia dg sabar meladeni kita ya…

  39. klw memakai pemahaman saudara philip apabila yesus tidak mati karena dia ilahi,seharusnya sih elia dan henok jauh lebih hebat dari yesus,karena elia dan henok hanya seorang manusia tp dia bisa tinggal disurga tanpa melalui kematian.

  40. Yanto @bagian dmn saya menghujat Allah dan Anak Allah. Pahami sebelum menuduh kawan.
    Budi @ anda tdk paham juga. Bagamana bisa mengerti isi Alkitab.hehe
    Sudah saya jelaskan Anak Allah yg berasal dari Allah melakukan penebusan,berarti dia mati lalu bangkit dan tidak pernah mati.coba dibaca statemen saya sblm sebelumnya.
    Satteman saya trakir adalah Yesus skg tidak mati sampai selamanya dalam tubuh kemuliaan,bukan berarti mengatakan Yesus sbgai manusia tdk pernah mati. Beda dengan manusia anda saya dan smua mati secara tubuh ,tapi Kristus yg sulung skrg dengan tubuh kemuliaan Sorgawi.
    Tubuh kemuliaan Anak Allah adalah satu-satunya yang pernah berjalan di muka bumi ini selama empat puluh hari lamanya sebelum naik ke surga.
    Tubuh kemuliaan,
    Tidak terikat oleh ruang dan waktu
    Memiliki daging dan tulang
    Masih bisa makan seperti manusia pada umumnya
    Lukas 24:30-31

    Keilahian dan kemuliaan Kristus tdk perlu dtg atau disebut atau diberi manusia karena Dia sadar bahwa datang berasal dari Bapa disorga dan dimiliki dihadirat (hadapan) Bapa.

    Apa yg menjadi milik Bapa adalah milik Kristus,segala yg hidup adalah Milik “Mereka”, Baiklah “Kita” menciptakan adam/manusia serupa dan seGambar dgn “Kita”.

  41. Baik jika sdr budi berkata bahwa henokh skg ada disorga dimana bukti ayt nya?
    Tentu boleh dong saya bertanya! Anda sudah saya jwb.
    Apa saja kelebihan henokh dan elia bandingkan dgn Yesus Kristus.
    Spy saya lebih paham dimana letak kesetaraannya.

    Darisana nnti kita akan paham sipa yg menghujat Anak Allah, Saya atau anda sndiri yg menghujat Anak Allah dgn menyetarakan dgn elia dan henokh

  42. Sdr Yanto@
    Anak Allah harus mati ya memang benar, itu sdh menjadi sesuatu yg harus dijalani sbgai proses penebusan, malahan dgn proses kematian itu menunjukkan bahwa Kemuliaan Yesus yg sudah dimilikinya sejah dahulu kala (purbakala)sblm langit dan bumi ada itu tdk pernah mampu dikalahkan maut,kuasa Iblis. Iblis senang dg kematian Yesus krna Iblis lah yg menganggap Anak Allah hanya manusia biasa.

    Pertnyaannya,
    Apabila Yesus mati apakah mengurangi derajat kemulian Anak Allah itu?
    Apakah merubah posisi kedudukan Yesus disebelah kanan Bapa sebagai Putra ilahi dg tubuh kemuliaan?
    Kalo iya beri berikan asumsi anda setelah membaca Alkitab

  43. bagi saya jika ketika yesus hidup di dunia,itu ilahi maka pastinya yesus itu tidak akan mati dan tentunya tidak akan ada kebangkitan.
    dan tidak ada satu ayat pun yang menyatakan bahwa yesus anak ALLAH yang ilahi…
    jadi penyertaan kata “ilahi” tersebut adalah merupakan sebuah opini/pemahaman.
    jika yang ilahi itu bisa mati, berarti itu bukan ilahi.. itu manusiawi.

  44. Admin@ sebaiknya dipahami dulu. Yang berkata “Anak Allah = Allah” itu siapa?

    Alkitab adalah sumber,

    Rizki@anda sendiri belum faham dg yg anda sampikan dg mengatakan adam sama/setara dgn Yesus dmn ayatnya ? Kalo Bapa yg berkata sendiri dan Yesus berkata demikian saya akan percaya ,tapi klo hnya asumsi anda maaf.
    anda blm menjawab kog balik bertanya, jika sudah nemu aytnya saya jawab.

    Dan
    anda cari juga dimana ayat yg mengatakan Yesus ilahi..
    anda cari pula dimana ada ayat yg berkata sebelum menjadi manusia Yesus ada dalam fikiran Allah..

    Jika anda tidak mengakui Yesus Anak Allah yg berasal dari benih ilahi Allah Bapa. itu pilihan Anda jika anda malu mengakui namanya didalam dunia ini sama halnya anda sperti kaum Yahudi yg menolak Nya dan Kaum islam yg menolaknya. Penguasa dunia Iblis juga tdk akan pernah mengakui hal itu dgn bersekongkol membunuh Yesus. pdahal dgn kematian Anak Allah semakin menunjukkan siapa dirinya kepada dunia, iblis dipermalukan dg kematian dan kebangkitanNya. jika anda menolak Nama itu silahkan siap siap ditolak nama anda dalam Kitab kehidupanNya

  45. Wahyu 5:11-13 (TB) Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
    katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”
    Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

    Rizki,Yanto,budi,admin.
    Silahkan dibaca berulang-ulang, Bagaimana seharusnya sikap kita kepada ALLAH BAPA dan ANAK DOMBA ALLAH.

    selidiki apakah ada yg saya tambah dg asumsi saya pribadi.
    ataukah ada kepalsuan dalam Alkitab? silahkan anda membuat Alkitab sendiri.

    Apakah Anak Domba setara dengan Bapa dlam hal Kedudukan? — bacalah di Wahyu 4 dan 5:1-7

    Apakah Yesus Itu ilahi? silahkan bergumul

  46. Amin…Amin ..Amin…itu lah yg seharusnya penghargaan dan penghormatan utk anak domba yg tersembelih.

    Makanya sy bingung kenapa ayat ayat itu dipakai utk menunjukkan Yesus itu Allah. Semoga kita tidak membaca konsep kita sendiri ke dlm firman Allah.

  47. Wahyu 5 adalah teori. Bagaimana sdr Yanto memandang Kristus. Apa alasannya Yohanes mendapat visi bahwa Anak domba layak dimuliakan,dipuji diagungkan dan disembah?

    Selama ini praktik sehari-hari sdr yanto bgimana setelah membaca wahyu 5?
    Secara jelas disebutkan bahwa Segala yg hidup pada masa ini harus tunduk kepada Sang Anak Domba krn Bapa berkenan kepada Anak

  48. Sgt sgt setuju dgn Jesus di atas.

    **Secara jelas disebutkan bahwa Segala yg hidup pada masa ini harus tunduk kepada Sang Anak Domba krn Bapa berkenan kepada Anak**

    Semua hrs tunduk kepada Sang Anak Domba..ini harus menjadi motto hidup setiap org percaya. Itulah kehendak Bapa bagi semua umat beriman.

  49. saya tdk menyamakan Yesus dg elia maupun henok,tetapi saya membandingkan,makanya saya katakan jika mengikuti cara berfikir saudara philip seharusnya elia dan henok lebih hebat dari yesus karena mengikuti logika saudara,
    jika saya boleh tarik sedikit ttng pernyataan pernyataan saudara ttng yesus yg ada sampaiakan adalh
    1.yesus sudah ditetapkan dari semula utk menyelamatkan dan kembali ke surga,
    2.Yesus yg dg mudah melewati proses penyaliban karena dia adlh ilahi(meskipun pengertian ilahi itu bagaimana juga blm jelas seperti yg sudah ditanyakan oleh saudara rizki) dlm arti lain Yesus yg tdk perlu bergumul dlm menaati Allah dan peristiwa yesus menangis dan keringat darah dan yesus berdoa kpd Bapa supaya cawan itu berlalu(peristiwa di taman getsemani) yg semuanya hanya sandiwara belaka.karena menurut saudara seharusnya yesus dg mudah melewati itu karena dia tau sudah ditetapkan dari semula dan dia ilahi.
    boleh diluruskan.

    1 yohanes 1-10
    lihatlah,betapa besar kasih karunia Bapa kpd kita,sehingga kita disebut anak anak Allah.karena itu dunia tdk mengenal kita,sebab dunia tdk mengenal Dia.saudara2ku yg kekasih,skrng kita adlh anak2 Allah,tetapi blm yata apa keaadaan kita kelak,akan tetapi kita tau,bahwa apabila kristus menyatakan diri-nya kita akan menjadi sama seperti Dia,sebab kita akan melihat Dia dlm keadaannya yg sebenarnya.setiap orng yg menaruh pengharapan itu kpd-Nya,menyucikan diri sama seperti Dia yg adlh suci.setiap orng yg berbuat dosa,melanggar juga hukum Allah,sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.dan kamu tau,bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya supaya ia menghapus segala dosa,dan didlm dia tdk ada dosa.karena itu setiap orng yg tetap berada di dlm Dia,tdk berbuat dosa lagi,setiap orng yg berbuat dosa,tdk melihat dan tdk mengenal Dia.anak anakku,janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu,barangsiapa berbuat kebenaran adlh benar,sama spt kristus adlh benar;barangsiapa yg ttp berbuat dosa,berasal dr iblis,sebab iblis berbuat dosa dari mulanya.utk inilah anak Allah menyatakan dirinya,yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan2 iblis itu.SETIAP ORNG YG LAHIR DARI ALLAH,TDK BERBUAT DOSA LAGI ;SEBAB BENIH ILAHI TETAP ADA DI DLM DIA DAN IA TDK DAPAT BERBUAT DOSA,KARENA IA LAHIR DARI ALLAH.Inilah tandanya anak anak Allah dan anak2 iblis:setiap orng yg tdk berbuat kebenaran,tdk berasal dari Allah,demikian juga barangsiapa yg tdk mengasihi saudaranya.
    lihat huruf yg saya besarkan”SETIAP ORANG….”bukan cuma yesus saja yg dpt memiliki benih ilahi.

    saudara philip….saya,admin dan juga rizki tdk menolak yesus,tdk menolak namanya,tetapi lebih kpd siapa yesus dan bagaimana seharusnya kita memandang yesus
    sampai bertemu di lain waktu….mau cam dulu.

  50. Apa tidak melihat perbedaan lahirnya nya Kristus dgn manusia sperti nabi nabi dn manusia lainnya.
    Apakah seorrang manusia lahir baru dari atas pernah melihat Allah sperti Kristus Yesus??

    Budi ,yanto, apakah Sama Anak tunggal Allah dgn anak anak Allah?
    Apakah Yesus pada mulanya berdosa seperti manusia lainnya?

    “Tidak seorang pun selain Anak Tunggal Allah yg pernah melihat Allah kecuali yg dtg dari Allah Bapa,dari sorga”

    Apakah anda anak anak Allah pernah melihat Allah sperti Yesus yg dtg dari sorga?

  51. @jjj….. trinitas itu bukan ajaran yang dapat di temukan di bible…. trinitas itu berasal dari paganisme…. babylonia…silahkan cek ….cerita mengenai dewa mereka adalah trinitas… dan itu di masukkan ke dalam bible dengan mengubah penerjemahan.silahkan cek sejarah, cek juga konsili nicea..
    Nama YHWH di ganti jadi LORD atau GOD, padahal LORD itu adalah panggilan bukan nama, dan LORD itu panggilan untuk dewa baal…
    nama mesias pun diganti…. perlu untuk diketahui bahwa nama Jesus itu baru muncul 500 tahun yang lalu…. pada zaman mesias hidup, tidak ada nama itu….
    perayaan-perayaan seperti Christmas,(hari ulang tahun mesias??? tgl 25 desember?? coba cek dewa mana saja yang lahir tanggal 25 desember) easter,menggantikan passover dan sunday(sun-day/hari matahari) menggantikan sabbath … semua sudah melenceng dari alkitab… tapi tetap dilakukan….
    penyelewengan nya sudah kelihatan… tapi dianggap tidak apa-apa….

  52. @jjesus, nama Allah tidak boleh diganti dengan sebutan, sekalipun maksud penulisan huruf besar itu ditujukan kepada YHWH…. itu namanya sudah kurang ajar…masa nama BAPA sendiri di ganti ganti seenaknya …. nama kita aja kalau di ganti sama orang tanpa persetujuan bisa dituntut kok….. apalagi ini nama yang maha tinggi…..dan didalam namanya ada kuasa,
    1 yoh 4:2 “demikianlah kita mengenal roh Allah; setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus kristus telah datang sebagai MANUSIA berasal dari Allah…3. dan setiap roh yang tidak mengaku…. adalah roh antikristus….”

    anda tau dari mana kalau kita ibadah tidak memuji Yesus? ketemu aja belom pernah, kita ibadah di mana aja anda ga tau kan?

  53. Rizki,admin@
    #Saya tdk bahas Trinitas,krn trinitas tdk ada didalam Alkitab.
    #Saya tau dan pernah tau aliran ini menyasar Anak2 kampus di salah satu kota besar.saya tidak perlu sebut demi prvasi mereka,(salah satu adalah soal puji-pujian tk ada nama Yesus sama sekali)

    ##===##
    1 yoh 4:2 “demikianlah kita mengenal roh Allah; setiap roh yang mengaku, bahwa “YESUS KRISTUS TELAH DATANG SEBAGAI MANUSIA, YANG BERASAL DARI ALLAH”

    sangat jelas Yesus(Firman) datang menjelma sebagai manusia,” sama sperti

    Firman bersama-sama dengan Allah YAHWEH, bersama-sama” tdk bisa dikatakan “Sama”

    Bukankah Firman itu sejak semula ada bersama dgn YAHWEH?
    Bagaimana anda mengatakan Bahwa Firman yg hidup (1 yoh 1:1) , hanya seorang manusia biasa??

    Yohanes 1:1-2, 9-11, 14, 18
    Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan (Firman itu adalah Allah).#abaikan dlm tnda kurung jika anda tdk spaham.

    Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
    Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
    Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
    Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
    Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

    Bukankah hnya Dia Anak yg pernah melihat Bapa?!
    Bukankah dia Terang itu adalah Yesus (Anak Yahweh/Firman) yg menjelma jadi manusia spy bisa dtg dan interaksi dg manusia ?!
    Bukankah Terang itu datang kepada milik kepunyaanNya?! (manusia adalah milik Kristus,kristus adalah Anak -milik Bapa)

    Jika Yesus hanya anda anggap manusia biasa/ hanya utusan.
    1. Bagaiman bisa jika Yesus hnya Manusia memiliki semua manusia???

    2. Anda tau beda arti Anak Allah Yahweh yg Tunggal dan anak anak Yahweh???

  54. @jesus, terjemahan dari kitab yoh 1:1 dst tidaklah demikian. Firman adalah terjemahan dari logos dan logos adalah terjemahan dari bahasa ibrani debar/dabar.. Yg artinya rencana/plan…
    Yohanes dalam penulisannya sedang menceritakan awal mula kehadiran mesias. Kehadiran mesias itu bermula dari rencana Allah sejak purbakala/mula-mula, dan hal tersebut sesuai dengan kitab kejadian yg mengatakan “keturunan perempuan ini akan meremukkan kepalamu(iblis).
    Akan datang nya mesias (rencana) juga sudah di “tuliskan” di langit (heaven), berupa tanda bintang-bintang…

    Jika dikatakan yesus datang dari atas/surga/heaven/langit, maksudnya adalah bahwa yesus adalah manusia yg di wujudkan oleh Allah sesuai dengan rencana Allah yg telah Allah “tuliskan” di langit tsb. (Tanda bintang-bintang di langit)
    Perlu di ketahui bahwa Allah memberikan tuntunan kepada hamba-hambanya bukan hanya melalui earthly scroll tapi juga heavenly scroll.
    Yang jelas adalah bahwa ajaran inkarnasi itu tidak pernah ada dalam sejarah bible (perjanjian lama), inkarnasi itu adalah ajaran para dewa paganisme… Dan ajaran itu telah masuk kedalam ajaran bible dengan cara penterjemahan yang di selewengkan. Dan itu juga kenapa pada jaman murid yesus hidup, antikris itu dikatakan sudah ada… Antikris itu adalah ajaran paganisme yang menyamar ke dalam bible.

    Anak tunggal Allah itu maksudnya adalah bahwa Yesus itu satu satunya manusia yg taat kepada Allah, dan melalui kebangkitan nya menjadikan nya anak tunggal.
    Jadi anak tunggal itu bukan karena kelahirannya ke dunia tapi karena kematian nya dan kebangkitan nya sehingga dikatakan ia menjadi yang sulung dari antara banyak saudara.

  55. Rizki@
    Anda bisa mahami
    Yohanes 1:1-2, 9-11, 14, 18
    aoa tidak.
    jgn meluaslah.
    yasudah klo anda tdk suka yohanes 1:1 abaikan.

    bahas ayat berikutnya.2-18

    Apa dan siapa Anak tunggal Allah itu?
    Apa dan siapa anak anak Allah itu?

    Itu jelas ayatnya.
    Mau anda sangkal juga? Y gpp kasih disini terjemahan paling benar dari yohanes 1:2-18

    Jgn hnya asumsi kita bahas yohanes ini saja. tdk usah banyak ayat. Nabi Yohanes adalah Org yg dtg dari atas jadi apa yg disampaikan/saksikan tdk ada keraguan.
    Tapi inhat meskipun Yohanes adalh dari atas Yohanes tdk pernah melihat Bapa.

  56. Yesus dari Nazaret:
    . manusia biasa yang sama dengan manusia lainnya. Mengapa? karena bisa lapar haus, sedih, marah, lelah, takut, bergumul, memiliki kehendak bebas, bahkan bisa berbuat dosa
    . satu-satunya manusia (Anak Tunggal Bapa) yang lahir suci tanpa membawa dosa karena dijadikan (diperanakkan) Bapa dari Firman, Roh Allah yang merupakan bagian dari diri Bapa yang adalah Roh dan Firman. Mengapa? karena Bapa harus memutus rantai dosa dari kejatuhan Adam
    . satu-satunya manusia dengan kehidupan sempurna, tanpa cacat cela. Mengapa? karena tidak mau berbuat dosa dan memilih untuk terus taat terhadap kehendak Bapa, meskipun dicobai Iblis dan bisa saja berbuat dosa
    . satu-satunya manusia yang memenuhi syarat dari Bapa sebagai korban tebusan, jalan pendamaian bagi semua manusia yang lahir membawa dosa dan cenderung berbuat dosa
    . satu-satunya manusia yang diangkat Bapa menjadi Imam Agung untuk bersafaat bagi manusia yang sudah ditebus Bapa dengan kematian, dan kebangkitanNya yang juga dikerjakan oleh Bapa
    . satu-satunya manusia yang diberi kuasa oleh Bapa untuk memerintah dan menghakimi dunia

    manusia yang bersedia ditebus Bapa dengan kematian dan kebangkitan Yesus, melalui iman percaya, dan meneladani ketaatan Yesus akan diberi kuasa supaya menjadi Anak-anak Allah yang hidup dalam pimpinan Roh Allah yang suatu saat nanti akan duduk bersama Yesus untuk memerintah dan menghakimi dunia.

  57. Ping-balik: SEBUAH KUNCI MASTER UNTUK MEMBUKA ALKITAB | Rion Aritonang

  58. Admin maunya Apakah Yesus (Yeshua) adalah ciptaan Allah ato tidak.sampai saat ini saya msh bingung tentang hal ini.saya bingung karena di Wahyu tertulis 3:14 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah sementra ada yang mengklaim Yesus bukan ciptaan(mungkin krn terpengaruh dokrin tritunggal krn ada ayat sebelum dan sesudah aku tidak ada Allah dicptakn). dan ada juga yang berpendapt terjemahan itu salah mengatakan spr ini “Permulaan dari ciptaan”; , lebih baik diterjemahkan ‘prinsip’ atau ‘sumber.justru membuat saya tamba bingung yg saya tau sumber segala sesuatu 1 Korintus 8:6
    namun bagi kita hanya ada SATU ALLAH saja, YAITU BAPA, yang DARI PADA-NYA berasal segala sesuatu dan yang UNTUK DIA kita hidup, dan SATU TUHAN saja, yaitu YESUS KRISTUS, yang OLEH-NYA segala sesuatu telah DIJADIKAN dan yang KARENA DIA kita HIDUP

    Mungkin boleh dibahs menjadi judul postingan anda secara mendalam.

  59. satu pertanyaan lagi.apakah karena.melalu Yesus Allah (bapa) mencipta segala sesuatu dan.mnyelamatkan manusia dr dosa Justru membuat Yesus juga berhak Dipangil sebagai Allah,bahkan setara dgn bapa?…

  60. @Patardo, mengenai pertanyaan Anda tentang apakah Yesus adalah ciptaan Allah atau tidak, silakan merujuk kepada The Only Perfect Man, Bab 4, hlm 157 dst. Salah satu gelar bagi Kristus adalah, “yang sulung dari segala ciptaan” (Kol.1:15). Bagaimana mungkin “yang sulung dari segala ciptaan” bukan bagian dari ciptaan? Dan bagaimana mungkin juga “yang sulung dari segala ciptaan” menjadi “pencipta segala sesuatu”?

    Dalam bab itu juga, saudara akan menemukan juga jawaban kepada pertanyaan Anda mengenai 1 Korintus 8:6. Singkatnya, terjemahan yang memberi kesan bahwa Yesus adalah pencipta segala sesuatu, umpamanya “OLEHNYA segala sesuatu telah dijadikan”, merupakan terjemahan yang sangat keliru. Tidak ada preposisi (kata perangkai) yang mengaitkan Yesus dan ciptaan dapat diterjemahkan sebagai “OLEH”. Hal ini ditunjukkan dengan detail dalam bab itu, tetapi sedikit teknis pembahasannya karena melibatkan bahasa Yunani.

  61. @Patardo, sama sekali tidak ada pernyataan di dalam PL atau PB bahwa ada pribadi lain yang setara dengan Allah Bapa, termasuk Yesus. Di dalam Alkitab, pribadi lain selain Allah yang dipanggil sebagai “allah” hanya menunjukkan bahwa mereka berfungsi sebagai representatif Allah. Representatif Allah bukan Allah Sendiri, dan karena itu tidak setara dalam hakikat.

    Sebagai ilustrasi: Firaun telah menyerahkan seluruh kekuasaannya kepada Yusuf sehingga Yusuf sepenuhnya mewakili Firaun. Seluruh kekuasaan dan pemerintahan kerajaan Mesir diserahkan kepada Yusuf, sehingga segala perkataan, perintah, titah dari Yusuf mewakili Firaun. Namun apakah Yusuf setara dengan Firaun? Tentu saja tidak. Demikian juga, segala kuasa di surga dan di bumi telah “diberikan” kepada Yesus sehingga Yesus menjadi wakil mutlak Allah. Namun itu tidak berarti Yesus setara dengan Allah, dan tidak ada pernyataan seperti itu sama sekali di dalam Injil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s